Headline News

header-int

Bupati Hendrajoni Lakukan Telewicara Bersama Metro TV Terkait KBM Tatap Muka Di Pesisir Selatan

Selasa, 14 Jul 2020, 09:57:55 WIB - 29 | Pelsi Ockta Fani
Bupati Hendrajoni Lakukan Telewicara Bersama Metro TV Terkait KBM Tatap Muka Di Pesisir Selatan

Painan – Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, S.H.,M.H lakukan telewicara bersama Metro TV di Ruang Video Conference Diskominfo, Senin (15/7). Telewicara tersebut membahas tentang alasan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan yang telah izinkan siswa untuk melakukan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara tatap muka yang dimulai pada hari ini. Seperti diketahui, Pesisir Selatan saat ini berada dalam status zona hijau. Meskipun begitu, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki aturan bahwa KBM secara tatap muka di zona hijau baru bisa dilaksanakan pada bulan september mendatang.

Dikatakan Hendrajoni, selaku Bupati Pesisir Selatan ia memiliki analisa, bahwa sejak dilakukan PSBB hingga berlakunya Tatanan Kehidupan Normal, aman, dan produktif, yang positif corona sebanyak 18 orang, dimana 17 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal dunia. Tidak ada lagi yang dikarantina, dan kegiatan masyarakat juga sudah berjalan seperti biasa.

“ meskipun telah berjalan seperti biasa, pemerintah kabupaten juga tidak henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak.” Ucap bupati.

Hal ini juga berdasarkan izin dari Gurbernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Daerah di Provinsi Sumatra Barat yang boleh menggelar KBM tatap muka ada 6 daerah zona hijau. Diantaranya Kota Pariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Sawahlunto, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Payakumbuh. Disamping itu, dikatakan Bupati bahwa sebelum KBM secara tatap muka dilakukan, Pemerintah juga melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada sekolah-sekolah, dan para guru. Setiap sekolah yang melakukan KBM secara tatap muka harus mematuhi secara ketat protokol kesehatan covid-19.

Hal tersebut telah terlihat saat KBM di hari pertama. Para guru dan siswa wajib memakai masker dari rumah, dan bagi yang tidak memakai masker tidak diperbolehkan masuk, mengecek suhu tubuh sebelum memasuki kelas, dan membatasi jumlah siswa dan membaginya menjadi dua shift.

Hedrajoni juga menyampaikan alasan lainnya kenapa KBM secara tatap muka dilakukan di Pesisir Selatan, karena tidak semua wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan warganya memiliki sambungan internet, sehingga kebijakan tersebut tetap dilakukan. Menurutnya, meskipun saat ini virus corona tidak tahu kapan akan berakhir dan antivirus yang belum juga ditemukan, pendidikan harus tetap berjalan, namun tetap mematuhi protokol di era new normal ini. Terakhir, Hendrajoni menyampaikan, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ditemukannya ODP bahkan PDP, atau sekolah yang melanggar protokol covid19, maka akan diberi sanksi yang lebih tegas hingga sekolah tersebut akan ditutup.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Langkisau 91.2 FM merupakan Wadah Informasi guna Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan Peduli Sehat, Mandiri, Berkualitas dan Berkeadilan
© 2020 Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Langkisau 91.2 FM. Follow Me : Facebook Youtube